kini aku hanya ingin mencoba untuk menyelami mu lebih dalam dengan cintaku..
aku bukan manusia ghoib yang dengan bim salabim mampu berubah....
aku butuh waktu... karena dengan waktu aku bisa menjadikan diriku lebih dewasa dan berarti untukmu...
kau segalanya bagiku...
aku akan berubah untukmu, akan kuikuti aturanmu...gayamu...caramu... semua untukmu
Kamis, 22 November 2012
Rabu, 01 Agustus 2012
what mean of LOVE?
-->
Malam ini, ditemani hembusan angin yang masuk melalui sela-sela jendela kamar, aku tergerak untuk menata hatiku kembali selepas tadi kudapati dua cerita pedih tentang kehidupan yang berbalut kebahagiaan,,,,
Kisah pertama, tentang perjalanan cinta seorang pianis wanita dengan kekasihnya, cinta yang berujung pada pernikahan yang membawa kebahagiaan... laki-laki mana yang tak senang, saat istrinya berkata, Suamiku, aku hamil. Aku yakin, itu kebahagiaan tersendiri untuk kaum laki-laki. Begitu pula dengan Suryo, lelaki yang kumaksudkan di awal. Baginya , kebahagiaan terbesarnya adalah memiliki Angel, pujaan hati yang saat ini menjadi istrinya. Beribu harap ia rajut bersamanya, mengharapkan cinta yang terukir abadi selamanya;
Hingga tiba saat perpisahan mereka terjadi, yakni saat Angel, istrinya, menghembuskan nafas terakhir, tepat dihadapannya... Angel meninggal saat berjuang melahirkan Buah cinta nya dengan Suryo, lelaki yang amat dicintainya,... sungguh perpisahan yang pedih dan mengharukan. Nampak jelas, raut wajah Suryo dengan kepedihan yang mendalam, kehilangan wanita yang amat dicintainya,...ia mesti berdiri sendiri membesarkan anak perempuan yang dilahirkan Angel...
Saat aku menyaksikan kejadian itu, rasanya....hatiku bergetar... tubuhku menggigil...dan anganku berandai “ Bisa saja hal ini terjadi padaku, dan saat arwah ku pergi, aku melihat suamiku menangis sesenggukan seperti itu melihat kematianku...” sebuah angan yang tak kan pernah aku inginkan hal itu terjadi.
Suryo melanjutkan hidupnya bersama Ibunya, dan seorang anak perempuan buah cintanya dengan Angel. Anak perempuannya ia beri nama Angel. Nama yang sama dengan mendiang istrinya.ini dilakukannya agar Jiwa Angel tetap ada bersama dan menemani nya dan putrinya.
Dengan penuh cinta Suryo membesarkan Angel, dan dengan kesetiaan pula sampai saat ini putrinya berusia 16 tahun, dia tetap sendiri dan tidak berpikir untuk menikah lagi, bahkan hingga ajal pun menjemputnya, dan ia pergi dengan bahagia..
Kisah kedua, baru aku dapati beberapa jam yang lalu, saat aku singgah di kamar seorang teman, dan ia mengabarkan tentang sebuah Note yang ditulis oleh Dosen kami, tentang kisah hidupnya bersama mendiang istrinya.
Tak pernah kusangka sebelumnya, sebut saja Bapak S, suka menulis juga.
Dan hasil tulisannya begitu menyentuh dan terkesan natural...
Dimulai dari kisah pertama kali mereka berkenalan, awalnya biasa saja, kata beliau.
Hingga pada suatu hari, Bapak S melihat sosok perempuan berbaju biru yang nampak sangat manis, hingga membuat detak jantungnya tiba-tiba berdegup cepat. Mereka berdua bekerja di sebuah kantor yang sama, dengan panggilan khas yang secara spontan beliau sematkan pada gadis tersebut, panggilan yang membuat si gadis ikut penasaran hingga berulang kali meminta dengan manja tentang apa makna panggilan itu... “kenapa Mas panggil aku ‘Ci’?”
“Ahh..dia panggil aku Mas?”begitu katanya dalam hati. Namun, ia tetap menutupi nya dengan mengalihkan pembicaraan.
Hingga waktu demi waktu bergulir... sang gadis dengan penuh keberanian, meminta kejelasan persahabatan intim yang selama ini terjalin antar keduanya, katanya “Aku menyukai Mas”, sekarang bagaimana Mas menyematkan aku dan menganggap aku di hati Mas”
Dengan kesungguhan hati, beliau jawab “ Kamu yang aku pilih”, kemudian ia sampaikan arti dari panggilannya selama ini, ... ‘Ci’...berarti “Cintaku”...
OooooooHHhhh.... Sweet....
Pernikahan yang mereka angankan pun terjadi,
Ada satu kebiasaan dari istriku yang sampai saat ini aku kenang, kata beliau. Setiap hari ia menuliskan di sebuah kalender....entah dengan tanda bundar, silang atau tanda lainnya, saat ku tanya...kenapa>?, jawabanya , “ aku tuliskan hari dimana selepas aku mendapat Madu Putih dari mu Mas.... lihat sudah berapa banyak madu putih yang Mas berikan? “ dengan wajah yang tersipu dan rona yang memerah...
ia menyatakan puas setelah menjalani kemesraan dan bercumbu di atas mahligai cinta bersamaku”...
ia menyatakan puas setelah menjalani kemesraan dan bercumbu di atas mahligai cinta bersamaku”...
Ia pun sering kali mampir ke ruang kerja ku hanya untuk memandangiku bekerja dengan tatapannya yang manja, dan penuh cinta, lalu ia menyandarkan kepalanya di bahu kiriku, sambil menggangguku yang saat itu perlu menandatangani beberapa dokumen.... dengan manja ia lalu memintaku menciumnya....
Hingga saat dimana, sang istri mengeluhkan sering merasa sakit.... dan kematianpun memisahkan mereka.....
--
Dua cerita di atas, sontak membuatku tersadar kembali atas indahnya cinta yang terjalin atas dua insan yang saling menyayangi dengan penuh ketulusan dan tentu saja berbalut kesetiaan.
Hal ini merubah pandanganku, bahwa laki-laki itu bisa saja setia, dan memiliki cinta yang penuh untuk seseorang yang ia yakini menjadi belahan jiwa dan menjadi orang pertama yang ingin ia lihat setiap hari.
Seorang pria, seperti apapun ia, suatu ketika akan berhenti pada satu titik keyakinan, meski hanya dengan pertama kali melihat, “Yah....dia yang akan menjadi ibu anak-anakku, kelak”... hal ini bisa aku simpulkan, setelah kucoba menanyakannya pada beberapa pria yang aku kenal, baik aku kenal dekat, maupun hanya sekedar teman biasa. Yah... mungkin tak semua pria buruk. Untuk wanita yang berpandangan semacam itu, coba anda simak kembali cerita-cerita positif yang sebenarnya ada di sekitar anda, begitu banyak pria baik dan setia sebenarnya... namun, memang tidak pantas juga saya katakan semuanya, karena yang buruk itupun ada... tapi, yang perlu diingat, percayalah, orang yang tepat akan datang untuk kamu, dengan cara Tuhan yang indah ...dan melalui tangan Tuhan yang Agung..
Seorang pria, seperti apapun ia, suatu ketika akan berhenti pada satu titik keyakinan, meski hanya dengan pertama kali melihat, “Yah....dia yang akan menjadi ibu anak-anakku, kelak”... hal ini bisa aku simpulkan, setelah kucoba menanyakannya pada beberapa pria yang aku kenal, baik aku kenal dekat, maupun hanya sekedar teman biasa. Yah... mungkin tak semua pria buruk. Untuk wanita yang berpandangan semacam itu, coba anda simak kembali cerita-cerita positif yang sebenarnya ada di sekitar anda, begitu banyak pria baik dan setia sebenarnya... namun, memang tidak pantas juga saya katakan semuanya, karena yang buruk itupun ada... tapi, yang perlu diingat, percayalah, orang yang tepat akan datang untuk kamu, dengan cara Tuhan yang indah ...dan melalui tangan Tuhan yang Agung..
Senin, 23 April 2012
Lamunan dalam Bus Kota
Senin, 23 April 2012
Masih dengan
sisa-sisa semangat yang kubawa saat menikmati libur singkat di rumahku yang
nyaman.
Ku pilih bangku
ketiga dari depan sisi kiri dekat jendela... Kunikmati perjalanan ini....
sendiri...dengan bayang-bayang semu wajah kekasih yang makin menambah gelayut
kerinduan akan kehadirannya disampingku....
Bus mulai beranjak
dari tempatnya bertengger, pukul 8 pagi. Bismillah.... mari kita nikmati perjalanan
pagi ini..(*kataku dalam hati)
Beruntung pagi ini,
aku dapet bus yang cukup layak.. meski tetap dengan aroma khas ala bus
ekonomi...*.*
Tak berselang lama,
sampai juga di terminal purbalingga.. Kota yang mengingatkanku kembali pada
seseorang yang jauh disana... Ahhhh....>.<
Satu persatu
pedagang asongan menawarkan jajanannya..disusul kemudian dengan aksi para
pengamen dan tak terkecuali pun pengemis. Nyatanya, pertemuan kecil seperti ini
mampu membuatku hafal dengan wajah mereka yang,,...unik-unik.. dan tak cukup
itu, lagu serta ucapan yang mereka tembangkan pun mampu kutebak dengan mudah..
Hahaha.. kurang kreatif ^^
Bus mulai nampak
terisi penuh penumpang...
Dan saat
kuperhatikan satu persatu dari mereka, dengan gaya dan barang
bawaannya...terbesit kata dalam hati... *Ini khas Indonesia banget*..
Pukul 08.30.
Bus Kartika sari
yang kutumpangi kembali melanjutkan perjalanan...
Kuperhatikan kota
ini dari balik kaca jendela... semua tampak rapi..namun masih butuh sentuhan,
Pikirku.
Kupandangi langit
biru yang nampak cerah pagi ini,,dengan semburat awan putih yang menambah elok
lukisan sang pencipta...
Kubalikkan pandangan
ku kekanan, berharap ada Dia yang tiba-tiba duduk disampingku.. yang bahunya
dapat kupinjam tuk mengurangi kelelahanku, yang tangannya dapat kugenggam saat
bus melaju kencang...
Sesaat kemudian,
kehadiran seorang ibu membuyarkan lamunanku. “ini kosong mba?”
Kupersilakan ibu
tadi duduk di sampingku.. kuamati lekat-lekat ibu ini.. wanita muda usia
sekitar 35 tahunan, dengan blus kotak kotak dipadu dengan kerudung warna ungu
soft.. terlihat anggun dan manis..
..”Wah..tua nanti
aku ...kayak gini...ah..”(* ngarep.com)
Hanya sapaan sekedarnya yang dapat tercipta... entah kenapa saat ini aku kurang berselera untuk berkomunikasi dengan orang, yah...lagi pengin diem gitu...,
Di rumah pun begitu,
gak biasanya aku malas ke luar rumah untuk sekedar menikmati celotehan
bocah-bocah yang ceria..
*
Separuh perjalanan
ku habiskan dengan deep sleep di
dalam bus... baru kemudian aku dibangunkan oleh suara senandung kegalauan dari
pengamen dengan voice electronic yang ia bawa..
Suasana berganti
sejuk dengan pemandangan bukit dan perkebunan yang membentang di sepanjang
jalan kota temanggung.. terasa suasana alam yang harmonis, selaras dengan
kerukunan yang tercipta di kota ini..
Hmm...kutarik nafas
panjang...dan kuarahkan pandanganku menelusuri tiap sudut bangku penumpang..
kudapati dua rekanan pengamen yang siap memainkan gitar dan beraksi membawakan bait
syair milik Iwan fals... syahdu dan mendamaikan..
Sesampainya di
terminal temanggung, lagi-lagi dapet jatah dioper ke bus yang menuju ke
Secang... Ini salah satu “kenikmatan” lain yang gak bakal di dapet kalau pake
bus eksekutif nyang pake ACE... aku pernah dapet pengalaman naik bus ekonomi
dari Magelang ke purwokerto dan dioper 4 kali, wawaawwwakkk banget dah,,,
Berasa kayak “anak”
nya pak kondektur, aku dikasih wejangan berkali-kali untuk tidak lagi
bayar..inget ya mba..nanti jangan mbayar lagi... bahkan sampai aku diantar naik
bus yang kedua...sebelum masuk bus, lagi-lagi...”nanti jangan mbayar lagi ya
mba..” Haha...iya pak...*.*
Lima jam berlalu
dengan keasikan ku sendiri memainkan jari jemari ku menuliskan pengalamanku
hari ini..
Meski dengan separuh
tenaga yang masih tersisa...dan mata yang mulai lelah..
Buatku, hari ini,
tetap berasa “sesuatu”...
Langganan:
Postingan (Atom)
